Apakah Itu Tunagrahita Sedang ?


Anak tunagrahita sedang merupakan salah satu tingkatan dari ketunagrahitaan. Anak tunagrahita sedang disebut juga Imbesil. Kelompok ini memiliki IQ 51-36 pada skala Biner dan 54-40 menurut skala Weshcler (WISC).
1. Anak tunagrahita sedang sangat sulit bahkan tidak dapat berjalan secara akademik seperti belajar menulis, membaca, dan berhitung walaupun mereka, masih dapat menulis secara sosial, misalnya menulis namanya sendiri dan alamat rumahnya. Masih dapat dididik mengurus diri, seperti mandi, berpakaian, makan, minum, mengerjakan pengerjaan rumah tangga sederhana seperti menyapu, membersihkan perabot rumah tangga, dan sebagainya. Dalam keseharian anak tunagrahita sedang membutuhken pengawasan yang kontinyu. Mereka juga masih dapat bekerja di tempat kerja yang terlindung.
2. Karakteristik
Tunagrahita Sedang.

Pada dasarnya tidak ada satu anak pun yang memiliki karakteristik atau ciri yang sama persis dengan anak yang lainnya. Begitu pula halnya dengan anak tunagrahita, terdapat beberapa ciri yang membedakan mereka dengan anak yang lainnya,
karakteristik
anak Tunagrahita Sedang
.
a. Segi fisik Keadaan fisik tunagrahita sedang tidak sebaik penyandang tunagrahita ringan.
Mereka mengalami kurang keseimbangan, kurang koordinasi gerak sehingga ada diantara mereka yang mengalami keterbatasan dalam bergerak.
b. Segi Kecerdasan
Kelompok ini mencapai kecerdasan yang sama dengan anak normal yang berusia 7 atau 8 thn.
c. Segi Bicara
Kemampuan bicaranya sangat kurang, akan tetapi masih dapat mengutarakan keinginannya walaupun dalam mengucapkan kata-kata tidak jelas, menghilangkan salah satu fonem dalam satu kata, menambah fonem dalam kata.
d. Segi sosialisasi.
Mereka dapat bergaul dengan tetangga terdekatnya, teman-temannya dengan orang- orang di sekitar dengan baik, mereka tidak dapat bepergian jauh. Mereka masih dapat menyebut namanya, alamatnya walaupun tidak kesempurnaan anak normal.
e. Segi Pekerjaan
Dalam hal pekerjaan, mereka dapat mengerjakan hal-hal yang sifatnya sederhana dan rutin. Mereka ini bekerja dengan pengawasan.
Mengacu pada keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa karakteristik anak tunagrahita sedang memiliki perbedaan dengan anak normal sehingga lemah dalam segi fisik dan motorik, kurang mampu menarik kesimpulan dari yang dibicarakannya, sulit berfikir abstrak, cenderung menarik diri, kurang percaya diri dan dapat melakukan pekerjaan yang sifatnya sederhana.


: dr brbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s